
BSIP Tanaman Pangan Gelar Virtual Public Learning Jilid 2
Dalam rangka meningkatkan penyebarluasan informasi terkait standardisasi instrumen tanaman pangan, Pusat Standardisasi Instrumen Tanaman Pangan (PSITP) kembali menggelar π·πͺπ³π΅πΆπ’π π±πΆπ£ππͺπ€ ππ¦π’π³π―πͺπ―π¨ (VPL) episode 2 dengan tema “Peran Standardisasi Mendukung Peningkatan Ekspor Tanaman Pangan” yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta melalui aplikasi Zoom dan YouTube pada Kamis (03/08).
Saat pembukaan, Kepala PSITP Dr Ir. Priatna Sasmita, MSi, menyampaikan bahwa menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk olahan hasil pertanian, perluasan jaringan mitra dagang internasional serta penerapan standardisasi menjadi hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan volume ekspor. Menurutnya, di era perdagangan bebas saat ini, penerapan aturan dan kebijakan standardisasi produk sangatlah penting untuk mendukung ekspor komoditas tanaman pangan. Peran standardisasi menjadi faktor krusial dalam memastikan produk pertanian yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dan dapat bersaing di pasar global.
Pemateri yang didapuk pada episode kali ini yaitu Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional Triningsih Herlinawati, SP, MSi yang menyajikan pemaparan tentang Arah Kebijakan Penguatan Penerapan Standar Sektor Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan, serta Founder SEKOLAHEXPORT.COM Titan Sabtian dengan topik bahasan Sertifikasi Produk Ekspor Tanaman Pangan.
Beberapa catatan yang dihasilkan di antaranya, aspek mutu menjadi kunci dalam peningkatan ekspor. Mengingat instrumen penjaminan mutu produk dibantu oleh skema penilaian kesesuaian yang tepat membuat produk komoditas ekspor tanaman pangan menjadi berdaya saing tinggi. Pada sisi lain, sinergi dan kolaborasi dalam pendampingan terhadap UMKM menjadi sangat penting terkait kualitas dan kesinambungan produksi. Selain itu, catatan penting lainnya adalah terkait aspek kemasan produk. Artinya produk harus dapat menyesuaikan dengan persyaratan dari negara tujuan ekspor. Akan halnya isu biaya sertifikasi, diperlukan solusi bersama pemerintah dan stakeholder terkait agar dapat membantu produsen/pengusaha komoditas tanaman pangan yang memiliki pasar ekspor potensial. (HRY/Uje)